Kamis, 09 Juni 2011
Selasa, 07 Juni 2011
Bahasa
Alat itu bernama "Bahasa".
Konon, terdapat seorang psikolog yang menemukan hal aneh. Pada waktu seorang pasiennya dirangsang pada bagian otaknya (yakni bagian otak pada sistem limbik) dengan arus 5 miliampere, pasien yang tadinya lemas tiba-tiba menjadi agresif. Suaranya berubah dan raut mukanya bergetar marah. Seketika stimulasi listrik diturunkan menjadi 4 miliampere. Sontak, sang pasien berubah aneh, ia tersenyum dan menyesali sikap kasar yang baru dilakukannya. H.E. King (1961), demikian nama psikolog ini, memberikan informasi bahwa kita dapat merangsang orang lain dengan merangsang salah satu bagian otaknya.
Jose Delgado (1969) kemudian merespon informasi ini, Beliau menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan alat-alat stimulasi yang dapat merangsang otak. Dengan menanamkan alat Transdernal Stimoceiver pada otak pasien, secara teori mampu mengendalikan orang lain. Alhasil, Delgado dapat menggerakkan perilaku orang lain. Mengubahya menjadi bahagia, bahkan sedih sekalipun. Delgado berkata, “Perilaku dan respons mental yang dapat diramalkan dapat diinduksikan dengan manipulasi otak secara langsung”.
Hasil penelitian ini sangat menarik. Mengendalikan orang lain dengan remote- control adalah mustahil, namun, sadar atau tidak, setiap manusia telah dikaruniai kemampuan untuk menggerakkan orang lain dari jarak jauh. Berbeda dengan alat stimuli yang diciptakan Delgado, remote-control yang saya maksud tanpa menggunakan alat elektronik, bahkan tombol jarak jauh. Betulkah alat itu memang ada? Betulkah alat itu mampu mengendalikan orang lain?
Betul, menurut George A. Miller, profesor psikolinguistik dari Rockefeller University. Beliau menulis, “Kini ada seperangkat perilaku yang dapat mengendalikan pikiran dan tindakan orang lain secara perkasa. Alat pengendalian ini dapat menyebabkan Anda melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan. Anda tidak dapt melakukannya tanpa adanya alat itu. Alat itu dapat mengubah pendapat dan keyakinan, dapat digunakan untuk menipu Anda, dapat membuat Anda gembira dan sedih, dapat memasukkan gagasan-gagasan baru ke dalam kepala Anda, dapat membuat Anda menginginkan sesuatu yang tidak Anda miliki. Anda pun bahkan dapat menggunakannya untuk mengendalikan diri Anda sendiri. Alat ini adalah alat yang luar biasa perkasanya dan dapat digunakan untuk apa saja”.
Alat ini tidak ditemukan oleh psikolog, tidak berasal dari setan bahkan jin, tidak juga ditemukan lewat ilmu klinis. Alat ini telah dimiliki manusia sejak zaman prasejarah. Alat pengendali perilaku orang lain ini lazim disebut bahasa. Dengan bahasa, yang merupakan kumpulan kata-kata, Anda dapat mengatur perilaku orang lain. Anda dapat meminta orang lain untuk tidak merokok di tempat umum hanya dengan menggunakan kata-kata. Dengan teriakan “Bapak!” seorang anak kecil mampu menggerakkan lelaki besar untuk mendekati, bahkan menggendongnya. Dengan aba-aba “Berhenti!”, seorang Polisi Lalu Lintas mampu menghentikan ratusan bahkan ribuan kendaraan bermotor.
Bahkan, dengan bahasa, seorang mentalist mampu mengendalikan orang lain untuk melakukan hal yang mustahil.
Inilah kekuatan bahasa. Inilah yang membedakan kita dari binatang.
Konon, terdapat seorang psikolog yang menemukan hal aneh. Pada waktu seorang pasiennya dirangsang pada bagian otaknya (yakni bagian otak pada sistem limbik) dengan arus 5 miliampere, pasien yang tadinya lemas tiba-tiba menjadi agresif. Suaranya berubah dan raut mukanya bergetar marah. Seketika stimulasi listrik diturunkan menjadi 4 miliampere. Sontak, sang pasien berubah aneh, ia tersenyum dan menyesali sikap kasar yang baru dilakukannya. H.E. King (1961), demikian nama psikolog ini, memberikan informasi bahwa kita dapat merangsang orang lain dengan merangsang salah satu bagian otaknya.
Jose Delgado (1969) kemudian merespon informasi ini, Beliau menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan alat-alat stimulasi yang dapat merangsang otak. Dengan menanamkan alat Transdernal Stimoceiver pada otak pasien, secara teori mampu mengendalikan orang lain. Alhasil, Delgado dapat menggerakkan perilaku orang lain. Mengubahya menjadi bahagia, bahkan sedih sekalipun. Delgado berkata, “Perilaku dan respons mental yang dapat diramalkan dapat diinduksikan dengan manipulasi otak secara langsung”.
Hasil penelitian ini sangat menarik. Mengendalikan orang lain dengan remote- control adalah mustahil, namun, sadar atau tidak, setiap manusia telah dikaruniai kemampuan untuk menggerakkan orang lain dari jarak jauh. Berbeda dengan alat stimuli yang diciptakan Delgado, remote-control yang saya maksud tanpa menggunakan alat elektronik, bahkan tombol jarak jauh. Betulkah alat itu memang ada? Betulkah alat itu mampu mengendalikan orang lain?
Betul, menurut George A. Miller, profesor psikolinguistik dari Rockefeller University. Beliau menulis, “Kini ada seperangkat perilaku yang dapat mengendalikan pikiran dan tindakan orang lain secara perkasa. Alat pengendalian ini dapat menyebabkan Anda melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan. Anda tidak dapt melakukannya tanpa adanya alat itu. Alat itu dapat mengubah pendapat dan keyakinan, dapat digunakan untuk menipu Anda, dapat membuat Anda gembira dan sedih, dapat memasukkan gagasan-gagasan baru ke dalam kepala Anda, dapat membuat Anda menginginkan sesuatu yang tidak Anda miliki. Anda pun bahkan dapat menggunakannya untuk mengendalikan diri Anda sendiri. Alat ini adalah alat yang luar biasa perkasanya dan dapat digunakan untuk apa saja”.
Alat ini tidak ditemukan oleh psikolog, tidak berasal dari setan bahkan jin, tidak juga ditemukan lewat ilmu klinis. Alat ini telah dimiliki manusia sejak zaman prasejarah. Alat pengendali perilaku orang lain ini lazim disebut bahasa. Dengan bahasa, yang merupakan kumpulan kata-kata, Anda dapat mengatur perilaku orang lain. Anda dapat meminta orang lain untuk tidak merokok di tempat umum hanya dengan menggunakan kata-kata. Dengan teriakan “Bapak!” seorang anak kecil mampu menggerakkan lelaki besar untuk mendekati, bahkan menggendongnya. Dengan aba-aba “Berhenti!”, seorang Polisi Lalu Lintas mampu menghentikan ratusan bahkan ribuan kendaraan bermotor.
Bahkan, dengan bahasa, seorang mentalist mampu mengendalikan orang lain untuk melakukan hal yang mustahil.
Inilah kekuatan bahasa. Inilah yang membedakan kita dari binatang.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS DAN PENYATU BANGSA MENGHADAPI PENGUBAH SOSIAL
Fungsi Bahasa Indonesia Seminar Politik Bahasa Nasional, 25-28 Februari 1975 di Jakarta, antara lain merumuskan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya bahasa, dan (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5). Beriringan dengan pesatnya perkembangan BI sebagai lambang identitas nasional, teraktualisasikan pula perkembangan bahasa daerah (selanjutnya disingkat BD) sebagai lambang identitas daerah yang keberadaannya diakui di dalam UUD 1945 yang secara bersamaan dengan BI menghadapi arus globalisasi. Identitas Bangsa Sosok yang menunjukkan bahwa dia adalah Indonesia, baik sebagai negara maupun sebagai bangsa, berwujud dalam dua kenyataan, yakni BI yang menampakkan diri sebagai identitas fonik dan merah putih serta Garuda Pancasila sebagai wujud fisik. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tecermin, antara lain, dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (disingkat BA) daripada penggunaan BI, misalnya dalam penamaan kompleks perumahan, dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis. Pengaruh Muatan Lokal sebagai Upaya Penangkal Arus Globalisasi Berdasarkan Petunjuk Penerangan Muatan Lokal (Depdikbud, 1987), yang dimaksud muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah yang perlu dipelajari oleh murid. Tantangan itu dapat dilihat dari kenyataan BI itu sendiri, dan yang satu dari pemilik dan penutur BI sendiri. Tantangan yang datang dari pemilik dan penutur Bi sebenarnya bersumber dari sikap, kesadaran berbahasa yang kemudian tecermin dalam perilaku berbahasa (lihat Fishman, 1975:24-28, Pateda, 1990: 25-32). Terhadap ujaran sulitnya mendapatkan padanan istilah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebenarnya Pusat Bahasa bekerja sama dengan para pakar dalam disiplin ilmu tertentu telah mengupayakan menerbitkan kamus, antara lain Kamus Istilah Teknik Perkapalan (Soegiono dkk, 1985), Kamus Istilah Politik (Muhaimin dkk, 1985), Kamus Istilah Teknologi Mineral (Soetjipto dkk, 1985), tetapi barangkali tidak luas, maka tuduhan di atas muncul. Persoalan krisis jati diri yang berpangkal dari pandangan bahwa manusia sebagai substansi, dan sebagai makhluk yang beridentitas yang kemudian dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan BI sebagai upaya mempertahankan identitas bangsa, maka pengajaran kebangsaan sebaiknya dipertimbangkan untuk diberikan dalam lembaga pendidikan kita. Dewasa ini substansi jiwa kebangsaan seolah-olah ditempelkan pada mata pelajaran PMP dan PSPB. Selain itu, penggunaan kata-kata, daripada, yang mana, di mana, saudara-saudara sekalian, dianggap bukan sesuatu yang salah oleh para oknum petinggi di negara kita ini. Dengan kata lain, terdapat kontroversi antara norma bahasa yang dikumandangkan oleh Pusat Bahasa dan kenyataan di lapangan.
Senin, 06 Juni 2011
RPP BAHASA INDONESIA SMK
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMK Nurul Jadid
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ semester : X/II
Alokasi waktu : 2 x 45 menit (1x pertemuan)
A. Standar Kompetensi
11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai
B. Kompetensi Dasar
11. 2 Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai
C. Indikator
· Mengidentifikasi bentuk-bentuk informasi verbal dan nonverbal
· Mengubah informasi nonverbal menjadi informasi verbal
· Mengubah informasi verbal menjadi nonverbal
D Tujuan Pembelajaran
· Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk informasi verbal dan nonverbal
· Siswa mampu mengubah informasi nonverbal menjadi informasi verbal
· Siswa mampu mengubah informasi verbal menjadi nonverbal
E Materi Pembelajaran
Informasi verbal (jabaran dalam paragraf)
Informasi verbal merupakan informasi yang bersifat paparan dalam bentuk klaimat atau paragraf. Berdasarkan pengaplikasiannya, informasi verbal dibagi menjadi berbagai bentuk wacana, yakni deskripsi, eksposisi, persuasi, argumentasi, dan narasi.
Informasi nonverbal ( gambar, bagan, grafik, diagram, matrik dan tabel)
Selain informasi verbal, informasi yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan sehari-hari adalah informasi nonverbal. Informasi nonverbal ini sangat penting untuk memperoleh analisis data yang lebih cepat dan akurat.
a) Bagan : gambaran secara analisis dan secara statistik tentang proses yang terjadi dialam, teknologi, dan masyarakat manusia.
b) Grafik : lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan atau suatu hasil dengan garis atau gambar.
c) Diagram : gambaran ( buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu.
d) Matrik : tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas kebawah dan dari kiri kekanan.
e) Tabel : daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data informasi biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang terrsusun urut kebawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
f) Peta : representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan batas sifat permukaannya.
g) Denah : gambar yang menunjukkan letak kota, jalan dan sebagainya atau gambar rancangan bangunan.
Dalam berkomunikasi kedua bentuk penyajian (verbal dan nonverbal) perlu digunakan secara sinerji untuk saling mendukung bagi tersampaikannya pesan dengan baik. Oleh karena itu kita dituntut bias mengalihkan infomasi nonverbal ke verbal atau sebaliknya.
Pengalihan informasi nonverbal ke verbal
Rambu-rambu langkah pengalihan informasi noverbal ke verbal sebagai berikut:
- Memperhatikan secara global
- Membaca judul dan subjudul yang ada
- Memperhatikan lambing-lambang yang digunakan.
- Memperhatikan kata-kata besaran-besaran atau angka-angka yang ada
- Menafsirkan hubungan makna antar bagian atau antar sel serta hubungan-hubungan secara menyeluruh.
- Merumuskan hubungan makna antar bagian tersebut dalam bentuk kalimat.
- Merumuskan simpulan-simpulan kalau perlu.
Pengalihan verbal ke nonverbal
Rambu-rambu langkah pengalihan informasi nonverbal ke verbal antara lain sebagai berikut:
- Mencermati isi dan sifat informasi atau konsep dengan seksama.
- Menentukan efektik tidaknya informasi atau konsep tersebut divisualisasikan.
- Memilih bentuk visual yang tepat, apakah grafik, bagan, atau tabel.
- Memilih lambang / bentuk / warna yang tepat untuk menvisualisasikan item-item datanya.
- Membuat visualisasi yang tepat untuk informasi atau konsep tersebut.
F. Metode pembelajaran
- Modelling
- Penugasan teman sejawat
- Inkuiri
- Unjuk kerja
- Evaluasi
G. Strategi pembelajaran
| Kegiatan | Alokasi Waktu | Metode |
| Pendahuluan (Engagement) 1. Kegiatan apersepsi, guru mengondisikan siswa, mengucapkan salam dan mengabsen siswa Inti (Eksplorasi) 1. Siswa memperhatikan tayangan Grafik harga padi yang ditampilkan guru 2. Siswa menyimpulkan dengan sederhana isi grafik 3. Siswa memperhatikan paparan data harga minyak tanah yang disampaikan dengan susunan kalimat atau paragraph 4. Siswa membandingkan dan mengidentifikasi perbedaan penyampaian data dengan kalimat dengan penyampaian data menggunakan table atau grafik 5. Siswa merumuskan bentuk-bentuk informasi nonverbal 6. Penugasan teman sejawat. Siswa membuat informasi verbal, kemudian bertukar tugas dengan teman dan informasi tersebut diubah menjadi informasi nonverbal 7. Penugasan teman sejawat. Siswa membuat informasi nonverbal kemudian meminta teman sejawat untuk mengubahnya menjadi informasi verbal Penutup (Evaluasi)
| 10 menit 70 menit 10 menit | Engagement Modeling Unjuk kerja Komparatif Inkuiri Penugasan teman sejawat Evaluasi |
| | | |
H. Sumber belajar
Ø Buku pelajaran bahasa&sastra Indonesia kelas X SMA karangan Dr. Dawud,dkk.
Ø Teman sejawat
Ø Instrument latihan soal grafik
I. Penilaian
Ø Teknik = notes
Ø Bentuk instrumen = tes unjuk kerja
Performansi siswa /Penilaian proses:
· Keaktifan siswa
· Keterlibatan siswa dalam pembelajaran
Rubrik penilaian tes pemahaman
| Kegiatan | Indikator | skor |
| · Mengidentifikasi bentuk-bentuk informasi nonverbal | · Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk informasi nonverbal · Siswa tidak mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk informasi noverbal | 2 1 |
| · Mengubah bentuk verbal menjadi nonverbal | · Siswa mampu mengubah bentuk verbal menjadi nonverbal · Siswa tidak mampu mengubah bentuk verbal menjadi nonverbal | 2 1 |
| · Siswa mampu mengubah bentuk nonverbal menjadi bentuk verbal | · Siswa mampu mengubah bentuk nonverbal menjadi verbal · Siswa tidak mampu mengubah informasi nonverbal menjadi informasi verbal | 2 1 |
| Total skor maksimal | 6 | |
Skor pemahaman materi : 6
Total skor maskimal : 6
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-10 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir= Perolehan skor x skor ideal =……
Skor maksimal (6)
INSTRUMENT SOAL LATIHAN
1. GRAFIK PRODUKSI GABAH DI MAGELANG TAHUN 2001
a. Produksi gabah terendah yang dialami Magelang tahun 2001 terjadi pada bulan Februari.
b. Produksi gabah setiap bulan di Magelang selama tahun 2001 relatif stabil.
c. Produksi gabah tertinggi di Magelang terjadi pada bulan Juni 2001.
d. Setelah produksi menurun pada bulan Februari 2001, empat bulan berikutnya mengalami peningkatan.
e. Selama enam bulan terakhir tahun 2001 produksi gabah di daerah Magelang relatif stabil.
2. Udang yang Diimpor Jepang (2001 - 2004)
| Negara Asal | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 |
| Indonesia | 55.617 | 53.608 | 52.367 | 16.669 |
| Vitenam | 35.664 | 41.516 | 47.626 | 13.568 |
| India | 42.991 | 34.795 | 28.191 | 9.707 |
| China | 14.926 | 19.598 | 20.494 | 5.629 |
| Thailand | 20.579 | 18.987 | 16.806 | 4.771 |
| Negeri lain | 75.276 | 80.338 | 167.763 | 19.611 |
| Jumlah | 245.048 | 248.842 | 233.251 | 69.955 |
Hal yang digambarkan dalam tabel tersebut adalah ...
a. Jumlah udang yang diimpor Jepang dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang cukup drastis, dan ekspor udang dari Indonesia, China, dan India mengalami turun naik dari tahun 2001 sampai 2003.
b. Jumlah ekspor udang tahun 2001 dan 2003 hampir sama dengan jumlah ekspor udang dari negara lain pada tahun 2003, sedangkan jumlah ekspor udang pada tahun 2004 hampir sama dengan jumlah ekspor India tahun 2003.
c. Jumlah ekspor udang Indonesia, India, dan Thailand ke Jepang dari tahun ke tahun makin menurun, sedangkan Vietnam dari tahun ke tahun makin naik, kecuali tahun 2004 mengalami penurunan drastis.
d. Ekspor udang dari negara India ke Jepang mengalami peningkatan pada tahun 2002 dan 2004, sedangkan jumlah ekspor dari negara lain mengalami penurunan pada tahun 2001, dan meningkat drastis pada tahun 2004.
e. Udang yang diimpor Jepang dari Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 2001 sampai tahun 2004, sedangkan dari negra lain mengalami penurunan yang cukup drastis pada tahun 2001 dan kenaikan pada tahun 2002.
3. Setelah diadakan peninjauan ke Desa Pekayon Bekasi, diketahui persentase penggunaan listrik di desa tersebut di RW 01 sebanyak 90% rumah pendduduk telah menggunakan listrik, RW 02 sebanyak 95 % , RW 03 sebanyak 100%, RW 04 sebanyak 85%. Boleh dikatakan di desa Pekayom 92% rumah penduduk telah menggunakan listrik. ...
Kalimat simpulan pargraf tersebut yang tepat adalah ...
a. Boleh dikatakan di Desa Pekayon 92% rumah penduduk sudah menggunakan listrik.
b. Setelah diadakan peninjauan di Desa Pekayom diketahui penggunaan listrik 92%.
c. Rumah penduduk di RW 03 Desa Pekayom telah menggunakan listrik sebanyak 100%.
d. Rumah penduduk di Desa Pekayom Bekasi pada umumnya sudah menggunakan listrik.
e. Listrik telah digunakan oleh penduduk Desa Pekayom Bekasi sebanyak 92%.
4. Berikut ini adalah kegunaan/ keuntungan menggunakan informasi nonverbal, kecuali…
a. Memudahkan pengambilan kesimpulan tentang naik turunnya data
b. Memudahkan analisa lanjutan
c. Sajian informasi cepat
d. Gambaran statistic yang lebih akurat
e. Menghemat kertas

5. Hal yang digambarkan dalam diagram tersebut adalah ...
a. Sumber dan jumlah sampah di kota Mataram pada tahun 2003.
b. Sampah pasar menduduki persentase terendah di kota Mataram tahun 2003.
c. Sampah umum paling sedikit persentasenya di kota Mataram pada tahun 2003.
d. Sumber sampah tertinggi di kota Mataram pada tahun 2003 adalah saluran.
e. Sampah umum peringkat ketujuh di kota Mataram pada tahun 2003.
6. Untuk Pengobatan
- Orang dewasa 1 bungkus 2-3 kali sehari
- Anak-anak ½ bungkus 2-3 kali sehari
Untuk Pencegahan –
Menurut petunjuk pemakaian obat tersebut jika seseorang yang berusia 15 tahun sakit, ia harus minum obat itu ...
a. minimal 2 kali sehari @ ½ bungkus
b. minimal 2 kali sehari @ 1 bungkus
c. cukup 2 kali sehari @ ½ bungkus
d. cukup 1 kali 1 bungkus per hari
e. cukup 1 kali ½ bungkus per hari
7. Perhatikan petunjuk penggunaan sebuah kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) berikut!
(1) Buka amplop yang berisi nomor PIN Anda.
(2) Masukkan kartu ATM ke mesin ATM.
(3) Masukkan nomor PIN yang ada pada amplop.
(4) Pilih menu BAHASA (Indonesia/Inggris), lalu pilih menu TRANSAKSI LAIN.
(5) Pilih menu GANTI PIN.
(6) Masukkan nomor PIN Anda, ulangi sekali lagi.
(7) Proses ganti PIN selesai, dan kartu ATM Anda dapat digunakan.
Informasi penting yang sesuai dengan petunjuk tersebut adalah ...
a. Nomor PIN lama terdapat pada kartu ATM.
b. Nomor PIN yang baru terdapat pada kartu ATM.
c. Menu TRANSAKSI LAIN merupakan sub menu GANTI PIN.
d. Menu GANTI PIN merupakan sub menu BAHASA.
e. Nomor PIN baru, dimasukkan dua kali.
Kunci jawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Mengetahui, Paiton, 3 Januari 2011
Kepala SMA Negeri 1 Paiton Guru Mata Pelajaran,
Drs. H.Foni Yusanda Ari Atmaji, S.Pd. , M.Pd.
Langganan:
Postingan (Atom)